TOM FORD, ANTARA AKTING DAN DUNIA FESYEN

Para selebriti , baik dari dalam negeri maupun luar negeri, banyak yang mendapatkan “cap” selebriti multitalenta karena terjun ke dalam beberapa bidang seni. Para pesohor multitalenta tersebut ingin terus mengembangkan diri, mencoba peruntungan lain, dan memperluas jaringan pertemanan agar tidak melulu berada di zona nyaman. Meskipun demikian, bukan berarti mereka melupakan bidang seni yang sudah membesarkan namanya.

Inilah yang terjadi pada Tom Ford, seorang desainer fesyen kenamaan asal negeri Paman Sam yang mencoba untuk mengembangkan diri di dunia perfilman dan penulisan buku. Nahkoda dari merek fesyen Gucci ini mencoba terjun ke dunia perfilman sebagai sutradara, penulis naskah, dan salah satu aktor dalam film A Single Man pada 2009 yang diadaptasi dari novel karya Christopher Isherwood dengan judul yang sama. Saat menggarap film ini, Ford beradu akting dengan beberapa aktor Hollywood ternama, seperti Matthew Goode, Colin Firth, dan Julianne Moore.

Tom Ford bersama 2 Pemeran A Single Man

Siapa sangka, film pertama garapan rumah produksi Tom Ford, Fade to Block, ini masuk sebagai nominasi film terbaik pada ajang Festival Film Venesia, Queer Lion; sebagai nominasi aktor terbaik pada ajang Academy Award; sebagai nominasi skenario dan kisah terbaik pada ajang Independent Spirit Award; serta sebagai adaptasi skenario terbaik pada ajang Critic Choise Award.

Meskipun dikenal sebagai desainer sukses, Ford sudah lama tertarik pada dunia akting. Ford rela pindah ke Los Angeles untuk mengajak Daniel Craig dan Tom Hanks menjadi brand ambassador rancangan-rancangannya. Bahkan, Ford juga menjadi desainer untuk busana-busana yang dikenakan oleh David Craig dalam film James Bond: Quantum of Solace.

Ketertarikan Ford pada dunia akting tidak hanya sampai di situ. Pada 2016, Ford menjadi sutradara, produser, dan penulis skenario film Nocturnal Animals yang diangkat dari novel karya Austin Wright. Film thriller psikologis yang dibintangi oleh Jake Gyllenhaal dan Amy Adams ini mengantarkan Ford mendapatkan nominasi sebagai sutradara terbaik pada ajang Golden Globe.

Tom Ford at Nocturnal Animals
Tom Ford at Nocturnal Animals

MASA KECIL TOM FORD

Thomas Carlyle Ford lahir di Austin, Texas, 27 Agustus 1961, dari pasangan Tom Ford, Sr. dan Shirley Bunton yang keduanya bekerja sebagai agen real estate. Karena orangtuanya bekerja, Ford lebih sering menghabiskan masa kecilnya di peternakan kakek dan neneknya di Brownwood, Texas. Ford sangat senang mengunjungi tempat wisata air di dekat mata air Aquarena dan berbaring di tepi kolam renang yang ada di rumah kakeknya.

Tom Ford Young
Tom Ford Young

Ketertarikan Ford pada dunia seni dan melukis sudah terlihat sejak kecil. Hal ini terbukti dari seringnya Ford membuat sketsa-sketsa pakaian dan mengatur semua perabotan di ruang tamu saat orangtuanya pergi bekerja.

PERJALANAN KARIR TOM FORD

Saat beranjak remaja, keluarga Ford pindah ke Santa Fe, New Mexico, dan Tom Ford bersekolah di St. Michael’s high School dan Santa Fe Preparatory School. Setelah lulus pada 1979, Ford melanjutkan pendidikan ke New York University (NYU) dan mengambil jurusan Sejarah Seni. Setahun mengenyam pendidikan di NYU, Ford memutuskan berhenti dan pindah ke Los Angeles untuk fokus ke dunia akting untuk iklan televisi.

Setelah merasa puas, Ford kembali ke New York dan mendaftarkan diri di Parsons The New School of Design untuk mempelajari arsitektur. Saat menjalani tahun terakhirnya sebagai mahasiswa arsitektur, secara tiba-tiba Ford memutuskan untuk beralih ke dunia mode karena menganggap dunia mode adalah passion-nya. Meskipun demikian, Ford berusaha menyelesaikan pendidikannya di bidang arsitektur dan dinyatakan lulus pada 1985.

Tom Ford
Tom Ford

Setelah lulus, Ford mencoba melamar pekerjaan di kantor desainer Cathy Hardwick yang merancang pakaian-pakaian olahraga dan mendapatkan pekerjaan sebagai asisten desainer. Setelah 2 tahun bekerja di kantor Hardwick, Ford mendapatkan pekerjaan mendesain jeans untuk Perry Ellis di New York Seventh Avenue. Karena rasa ingin tahunya di dunia fesyen semakin besar, Ford memutuskan untuk pindah ke Milan pada 1990 untuk menjadi desainer pakaian wanita merek Gucci.

Kehadiran Ford ternyata membawa angin segar bagi Gucci yang tengah mengalami masalah. Karier Ford pun meningkat dengan cepat, menjadi Direktur Desain pada 1992 dan menjadi Direktur Kreatif pada 1994. Di bawah kepemimpinan Ford, Gucci mengalami masa kejayaan yang luar biasa dan berhasil mengakuisisi Yves Saint Laurent yang membuat penjualan semakin meningkat.

Yves Saint Laurent and Tom Ford
Yves Saint Laurent and Tom Ford

Ford mengundurkan diri saat Gucci dibeli oleh Pinault Printemps Redoute asal Perancis pada 2004 dan mendirikan perusahaan fesyen sendiri dengan merek “Tom Ford” pada 2005 bersama koleganya saat di Gucci bernama Domenico de Sole. Perusahaan barunya tersebut menawarkan pakaian pria, produk kecantikan yang bekerja sama dengan perusahaan kosmetik raksasa bernama Estee Lauder, dan kacamata. Pada 2006, Ford memamerkan pakaian pria dengan merek “Tom Ford” dengan berpose di sampul majalah Vanity Fair yang diapit oleh 2 aktris tanpa busana, Scarlett Johansson dan Keira Knightley.

Scarlett Johansson in Vanity Fair Cover
Scarlett Johansson dan Keira Knightley

PRESTASI TOM FORD

Selama berkecimpung di dunia desain, Ford sudah mendapatkan beberapa penghargaan, seperti penghargaan International Award dari Council of Fashion Designers of America pada 1995; penghargaan sebagai Best International Designer dari Vogue Awards pada 2000; penghargaan Best Womenswear Designer of the Year dari Council of Designers of America pada 2001; dan masuk ke dalam jajaran “50 best-dressed over 50s’ by the Guardian” pada 2013.

Tom Ford
Tom Ford

Ternyata, prestasi pria ini tidak hanya sebatas akting dan fesyen. Ford juga menerbitkan beberapa buku, seperti Hidden Space of the Heart: a Little Book of Love (2001); Tom Ford (2004); buku-buku tentang tanaman; Making AUTHENTIC Chicago-Style Deep Dish Pizza: Restaurant Secrets Revealed (2015); The Verne Legacy (2015); dan Self-Defense Guide: Defend Yourself Against a Knife Attack (2017).

BECIKA

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *