Sentuhan Tangan Tex Saverio yang Mendunia

Tex Saverio

Dunia fesyen saat ini semakin digemari oleh banyak orang. Maka tidak heran, banyak desainer fesyen muda yang bermunculan, baik dari dalam negeri maupun luar negeri. Para desainer fesyen tersebut selalu berusaha untuk membuat rancangan-rancangan busana dengan keunikan dan ciri khas masing-masing agar dilirik oleh para pencinta fesyen.

Rancangan Glamour Tex Saverio
Rancangan Glamour Tex Saverio

Tidak sedikit juga dari para desainer fesyen tersebut ingin rancangan-rancangan busananya dikenakan oleh para selebirti dalam negeri dan akan lebih membanggakan jika kenakan oleh para selebriti luar negeri. Pasti rasanya sangat bangga dan terharu saat sebuah rancangan busana dikenakan oleh artis dalam dan luar negeri, tetapi seorang desainer fesyen tidak boleh merasa cepat puas, jumawa, dan harus tetap rendah hati. Inilah yang dirasakan dan dilakukan oleh Tex Saverio, seorang desainer fesyen muda Indonesia.

Fashion Show Tex Saverio
Fashion Show Tex Saverio

Para pencinta fesyen mungkin sudah tidak asing dengan nama Tex Saverio, salah satu desainer fesyen muda Indonesia yang mendapat julukan “Alexander McQueen-nya Indonesia” dari seorang selebritas bernama Perez Hilton karena rancangan-rancangan busananya dianggap mirip seperti rancangan busana desainer fesyen kenamaan asal Inggris tersebut. Rancangan-rancangan busana Rio, panggilan akrabnya, yang sering wara-wiri di atas panggung memang bertolak belakang dengan tren fesyen yang sedang hits. Dia lebih senang mengusung tema fantasi, wild, dan glamor pada semua rancangan busananya.

Rela Meninggalkan Bangku SMA Demi Mengejar Cita-citanya

Tex Saverio Hobi menggambar
Tex Saverio Hobi menggambar

Pria yang lahir di Jakarta, 24 Agustus 1984 ini, sudah gemar menggambar sejak duduk di bangku TK dan sering mewakili sekolahnya untuk mengikuti berbagai lomba menggambar. Saat duduk di bangku SD, Sang Ibu yang melihat bakat Sang Anak mencarikan guru les menggambar agar bakat Rio dapat tersalurkan dengan baik.

Saat duduk di bangku SMP, kegemarannya itu semakin menjadi karena dia selalu menggambar di tengah-tengah jam pelajaran hingga suatu hari, kegemarannya itu ketahuan oleh guru yang sedang mengajar. Guru tersebut membiarkan Rio menggambar karena selama ini, prestasi yang diraih pria berkulit putih ini cukup membanggakan. Saat duduk di bangku SMP inilah, Rio mulai menyadari ketertarikannya pada dunia fesyen.

Tex Saverio Rela Meninggalkan Sekolah
Tex Saverio Rela Meninggalkan Sekolah

Ketertarikan dan keyakinan Rio pada dunia fesyen semakin mantap saat duduk di bangku SMAK 1 BPK Penabur. Atas anjuran seorang guru yang melihat gambar-gambar Rio dan keyakinannya yang semakin mantap, Rio nekat meninggalkan bangku SMA dan pindah ke sekolah mode Bunka School of Fashion Jakarta yang didirikan oleh anggota Organization Fashion Teacher of Japan, Siah Tjeng Lan, pada 2003-2004 dan melanjutkan pendidikannya ke Phalie Studio, Jakarta, pada 2004-2005. Sempat kecewa dengan keputusan ini, orangtua Rio akhirnya merestui keputusan Sang Anak karena melihat bakat dalam diri Rio yang sangat luar biasa.

Awal Karier Tex Saverio

Setelah lulus dari Phalie Studio Jakarta pada 2005, Rio mengikuti perlombaan merancang busana dan berhasil menjadi 10 finalis terpilih, kemudian mengikuti perlombaan desain di Singapura dan berhasil menjadi pemenang. Pada tahun yang sama, rancangan Rio yang bernama Dualism berhasil mendapatkan penghargaan di acara Mercedez-Benz Asia Fashion Award. Nama Tex Saverio mulai dikenal oleh para desainer fesyen Indonesia saat dirinya menjadi penutup acara Rejuvenate Fashion Regeneration di Wisma Nusantara pada 2010 dengan rancangannya yang bernama My Courtesan.

Rancangan Tex Saverio Dikenakan oleh Pesohor Dunia

Saat menapaki karier sebagai desain fesyen, Rio harus menghadapi berbagai kendala, terutama saat menjelang show. Waktu yang semakin mepet sehingga semakin membuat stres, jadwal klien yang terkadang tidak sesuai, hingga kenyataan di luar ekspektasi sering dialami oleh Rio. Meskipun demikian, Rio tidak pernah putus asa dan menganggap semua itu sebagai ujian untuk menjadi seorang desainer fesyen yang sukses.

Gaun Pengantin Jenifer Lawrence
Gaun Pengantin Katniss / Jennifer Lawrence

Pada 2011, rancangan Rio yang bernama My Courtesan menarik perhatian Nicola Formichetti yang bekerja sebagai pengarah gaya Lady Gaga dan meminta Rio segera mengirimkan busana tersebut untuk dikenakan oleh Lady Gaga saat sesi pemotretan sampul majalah Harper’s Bazaar Amerika Serikat, Arab Saudi, Indonesia, dan Thailand. Bahkan, Lady Gaga mengomentari dan meminta dikirimkan salah satu rancangan Rio saat Dewi Fashion Knights 2011. Karena terkesan dengan rancangan-rancangan busana Rio, Lady Gaga menjadikannya busana wajib yang dikenakan saat menyanyikan salah satu lagunya dalam Born This Way Ball Tour-nya.

Pada Maret 2013, rancangan busana Rio yang bernama Le Glacon dikenakan oleh Kim Kardashian saat melakukan sesi pemotretan untuk majalah ELLE Amerika dan istri dari rapper Kanye West ini sangat menyukainya. Hal lain yang juga menakjubkan adalah Rio ditunjuk oleh desainer kostum film The Hunger Games: Catching Fire, Trish Summerville, untuk mendesain gaun pernikahan Katniss yang diperankan oleh Jennifer Lawrence.

Fashion Show di Paris
Fashion Show di Paris

Kesuksesan Rio go internasional tidak berhenti sampai di situ. Pada 28 September 2013, Rio mengikuti ajang Paris Fashion Week Womens wear Spring Summer 2014 di Jeu de Paume, Paris, Perancis, dan menjadi desainer dengan label Indonesia satu-satunya yang mengikuti ajang fesyen bergengsi tersebut dengan nama TEXSAVERIO Jakarta. Meskipun sudah berhasil go internasional dan sukses, tidak membuat pria yang lebih banyak menghabiskan waktu di Eropa ini merasa puas dan jumawa. Hal ini terbukti dari keinginan Rio yang terus belajar dan berusaha menjadi desainer fesyen terbaik di Indonesia dan internasional.

BECIKA

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *