SCARF : FASHION ITEM “MUST HAVE”

Scarf memiliki sejarah penggunaan yang cukup panjang. Dimulai dari zaman Romawi Kuno. Pada zaman itu, Scarf utamanya digunakan sebagai Sadarium (kain penyeka keringat) bagi kaum pria. Seiring perkembangan, Scarf dijadikan mode berbusana bangsa Romawi kuno, dengan menggunakannya dengan dililitkan di leher atau diikatkan di ikat pinggang.

Scarf Grace Kelly Monako Foto: Istimewa

Scarf atau syal, juga dikenal sebagai Kremer, muffler, atau leher-wrap adalah sepotong kain yang dikenakan di sekitar leher, atau di dekat kepala atau di sekitar pinggang untuk kehangatan, kebersihan, fashion atau karena alasan menutup aurat tertentu.

Di dunia mode, syal kian populer seiring fashion item ini dikenakan oleh legenda Hollywood Grace Kelly dan Audrey Hepburn. Nama Grace Kelly, tentu tidak asing lagi di Selebriti dunia masa lalu. Kelly menjadi primadona di masanya. Ia masuk jajaran perempuan paling cantik di dunia bahkan hingga saat ini.  Sebelum menjadi artis, perempuan kelahiran 12 November 1929 itu sempat bersekolah di American Academy for Dramatic Arts, New York.

Sedangkan, Audrey Hepburn adalah bintang film Hollywood berkebangsaan Inggris pemenang Academy Award sekaligus aktris panggung Broadway, balerina, dan peragawati. Wanita yang lahir di Belgia, 4 Mei 1929 ini meninggal di Tolochenaz, Swiss, 20 Januari 1993 pada umur 63 tahun.

Kedua artis ini sering tertangkap kamera menggenakan syal sebagai aksesoris leher. Syal atau disebut dalam bahasa Inggris ‘scarf’ yang dipakai Grace Kelly berbahan sutra. Artis lain yang kerap tampil dengan syal ialah Marilyn Monroe. Wanita yang lahir pada 1 Juni 1926 itu adalah juga merupakan seorang aktris dan peragawati terkenal asal Amerika Serikat.

Gaya Scarf Marlyn Monroe Foto: vavoomvintage.net

Bahkan, syal disebut sebagai fashion iconic yang dikenakan Marilyn Monroe. Di berbagai kesempatan, dengan berbagai busana malam yang berbeda, syal bulu vintage berwarna putih dan fluffy ini sering terlihat ‘memeluk’ tubuh Marilyn.

Selain dikenakan artis lawas, tren syal juga kian modis seiring para selebrita seperti Victoria Bechkam. Dimasa kejayaan Spice Girls, Victoria sering menggenakan syal yang dlilitkan di leher. Nah, ternyata banyak juga selebritis tanah air yang selalu tampil modis dengan syal atau scarf. Bahkan, tak tanggung-tanggung, kain aksesoris yang digunakannya pun, bisa senilai sebuah sepeda motor!

KOLEKSI SCARF SUPER MAHAL NAGITA SLAVINA

Perihal fesyen, istri Raffi Ahmad, Nagita Slavina seringkali tampil modis dan menawan dengan busana merk terkenal yang super mahal. Selain tas, sepatu, sweater dan lainnya, ternyata scarf pun termasuk salah satu fashion item yang jadi koleksi Nagita. Bahkan, scarf atau syal koleksinya punya harga fantastis.

Scarf Nagita Slavina Foto: Istimewa

Wanita yang akrab disapa Gigi itu kerap menggunakan scarf karya desainer kenamaan asal Inggris, Alexander McQueen. Scarf motif tengkorak yang kini menjadi ikon memang banyak diburu para fashionista. Harganya menyentuh USD 795 (sekitar Rp 10,4 juta). Dalam akun media sosial yang dikhususkan membahas fashion Gigi, koleksi scarf yang paling murah dibandrol Rp 1,7 juta yaitu Red Signature Skull Scarf.

Pada sebuah kesempatan, Nagita terlihat memadupadankan scarf keluaran Marc Jacobsnya dengan atasan dan bawahan serba hitam. Scarf Marc Jacob seperti milik Nagita Slavina ini dijual dengan harga Rp 3 Juta saja. Ternyata, syal tersebut salah satu koleksi scarf termurah yang ia miliki, wow.

Saat traveling ke Luar Negeri, Nagita Slavina membalutkan scarf Kenzo dengan motif mata-mata di lehernya. Hangat, namun tetap berpenampilan memikat. Dan ternyata harganya lumayan fantastis, Rp 6,7 juta. Dan, salah satu koleksi scarf mahal Nagita, merupakan keluaran brand Lous Vuitton. Pilihan Nagita Slavina jatuh pada scarf LV berwarna merah bata. Kamu harus menyiapkan kocek Rp 9,2 juta untuk mendapatkan scarf yang terlihat simpel dan elegan tersebut.

Louis Vitton Scarf

Well, harga berapapun tak jadi soal ya buat penggila fashion yang ingin tampil modis, dan menawan. Sebagai pelengkap busana, ternyata scarf pun bisa menentukan selera fashion dan kelas sosial seseorang. Nah, ngomong-ngomong kelas sosial, ternyata sejarah scarf pun bersinggungan dengan politik juga lho.

SCARF DALAM SEJARAH FASHION 

Banyak yang beranggapan bahwa scarf merupakan aksesoris bagi kaum wanita saja. Namun anggapan itu tidak seluruhnya benar. Kinii pria pun terlihat sering memakai scarf sebagai item fashion mereka. Bahkan konon scarf lahir sebagai pelengkap busana pria.

Dahulu, Bangsa Romawi Kuno mengembangkan scarf menjadi mode busana aksesoris kaum pria. Cara mengenakannya dililitkan di leher atau diikatkan ke ikat pinggang. Cara seperti itu biasa disebut juga sudarium atau kain penyeka keringat.

Pada awal 3000 SM, orang Mesir menggunakan kain pinggang. Sedangkan dalam pakaian Yunani kuno, orang-orang mengenakan rok panjang seperti kain yang dibungkus. Syal sutra ini awalnya untuk melindungi fungsi utama dari dingin.

Syal Bunga Cantik

Namun, menurut catatan sejarah, scarf pertama kali dibuat dari kain biasa, bukan wol. Berfungsi sebagai tanda pangkat tentara Kaisar Cina Cheng (Shih Huang Ti). Penggunaan scarf dalam skala luas terjadi sekitar abad ke-17 oleh tentara bayaran Kroasia. Pada masa itupun bahan scarf belum wol, masih kain biasa dari bahan kapas atau sutra (silk).

Sementara di Prancis scarf begitu populer dikenakan oleh kaum pria. Warna scarf menjadi penanda aliran politik yang mengenakannya. Mereka menyebut scarf dengan istilah cravat, dari kata kravata, bahasa Kroasia. Dari cravat itulah berkembang menjadi wooley scarf (scarf dari bahan wol) dengan warna dan disain yang beragam seperti yang kita kenal sekarang. Sejak saat itu scarf bukan hanya bagi kaum pria. Perempuan, anak-anak, kaum kaya dan miskin mengenakannya.

Kini, pemakaian Scarf sudah sangat modis dan fleksibel. Semua orang dapat menggunakannya (unisex). Setiap orang memiliki kebebasan berkreasi dalam pemakaian Scraf, entah di Leher, Pinggang, diikatkan di tangan, dililitkan d tas, dll. Dengan keunggulannya yang fleksibel digunakan, Scarf diakui menjadi item fashion yang tidak akan mati, terlebih pemakaiannya sekarang yang tidak terbatas pada cuaca dan musim. Patrick Smith, seorang pengamat fashion menyebutnya sebagai item busana yang “must-have” di setiap penjuru dunia.

JENIS SCARF BERDASARKAN FUNGSI DAN PEMAKAIAN

Berdasarkan cara pemakaiannya, scarf dibagi menjadi  head scarf, winter scarf, beach scarf, fashion scarf, turban scarf, neck scarf, hip scarf, vintage scarf dan football scarf. Selain berdasarkan penggunaannya, kita juga bisa memilih berdasarkan jenis bahannya, lho! Mulai dari bahan tebal yang bisa dikenakan ketika udara dingin, scarf juga memiliki ragam berbahan tipis yang bisa dipadukan sebagai pelengkap gaya ke pantai. Bahan-bahan tersebut antara lain cotton scarf, knitted scarf, wool scarf, silk scarf, pashmina scarf, cashmere scarf, velvet scarf, rayon scarf, chiffoni scarf, satin scarf, viscose scarf sampai bahan-bahan organik  seperti kapas organik, wol organik, rami dan linen yang lazim disebut eco friendly scarf.

Nah, berikut ini, ada cara memakai scarf dari berbagai jenis yang bisa berguna di berbagai cuaca dan suasana.

Hijab CantikAksesoris Wanita: Hijab dan penghias kepala

Jika memiliki scarf ukurannya cukup besar, sangat bisa sekali sebagai hijab. Tinggal bagaimana kamu secara kreatif menjadikan aksesoris wanita scarf yang dimiliki sebagai hijab yang cantik. Selain sebagai hijab, kamu juga bisa membentuk scarf ini menjadi bandana ataupun juga pengikat rambut. kamu bisa mengkreasikan aksesoris wanita scarf hingga sedemikian rupa agar cantik saat dikenakan di kepala. Selain bisa menutupi kepala dari teriknya sinar matahari atau lingkungan yang buruk, scarf juga bisa membuat kamu tampil lebih manis.

Aksesoris Wanita Penghias leher

Arabic Kaffiyeh: MUST HAVE

Classic style dengan menggunakan aksesoris wanita scarf di leher bisa sesekali dicoba. Scarf ini akan membuat kamu terlihat lebih manis dan tentu saja akan membuatnya jadi hangat. Style yang rekomended saat cuaca sedang dingin-dinginnya. Pria dan wanita bisa juga mengenakan scarf ini dileher, yang paling penting adalah percaya diri dan nyaman.

Aksesoris tas

Lilitkan saja aksesoris ini di bagian pegangan, tas akan terlihat berbeda dari sebelumnya. Sebagai penghias tas, kamu perlu untuk memilih scarf berbahan ringan, contohnya dari sifon ataupun juga satin. Trik saat melakukan ‘permak’ pada tas ini adalah ketika tas sudah ramai dengan motif pilih scarf yang polos. Sebaliknya, jika tas polos pilih scarf motif untuk menyeimbangkannya. Jangan sampai ya, tas bermotif diberi scarf yang bermotif. Dikhawatirkan akan terlalu ramai.

Gunakan sebagai belt

Selain menggunakan sebagai aksesoris tas, Anda juga bisa membuat aksesoris wanita scarf sebagai belt atau sabuk. Dengan cara yang kreatif, Anda akan memiliki tampilan yang lain dari bisanya. Ambil gelang bekas dan scarf yang cukup panjang, usahakan yang berbahan dasar satin. Setelah itu ikatkan pada pinggang, dan talikan pada gelang bekas yang sebelumnya sudah dipersiapkan. Padukan dengan menggunakan kaos polos, Anda akan terlihat casual dan easy going.

Variasi Pemakaian Scarf

Gunakan sebagai gelang

Scarf juga bisa digunakan sebagai penghias tangan. Jika kamu memiliki aksesoris wanita ini yang berukuran pendek dan berbahan tipis bisa digunakan untuk aksesoris satu ini. Lilitkan di tangan, usahakan untuk memilih warna scarf ini yang senada dengan baju yang sedang dikenakan. Inspirasi satu ini cocok sekali diapliaksikan untuk kamu yang gemar berpenampilan nyentrik dan tidak biasa.

Nah, setelah mengenal sejarah dan seluk beluk scarf, kamu juga bisa berkreasi dengan scarf yang kamu punya. Tak harus mahal atau bermerk, yang penting bisa tampil cantik dan tetap modis.

BECIKA

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *