MISTERI ROYAL WEDDING DRESS

Setelah Kate’s effect—sebutan bagi para penganut tren busana ala Kate Middleton, kini publik tengah terjangkit oleh Meghan’s effect.

 

RAHASIA DI BALIK BUSANA ROYAL WEDDING

Tanggal 19 Mei 2018  perhatian dunia tertuju pada pernikahan pangeran Harry dan Meghan Markle yang digelar di Kapel Saint George Windsor Castle. Biasanya, salah satu hal yang ingin diketahui publik adalah gaun pengantin yang akan dikenakan Meghan. Jika menilik ke masa lalu, busana Royal wedding Anggota Kerajaan Inggris, selalu punya cerita sendiri. Misalnya saja, busana Nenek Harry, Ratu Elizabeth II, yang mengenakan gaun pengantin karya Norman Hartnel, dengan hiasan kristal dan 10 ribu butir mutiara saat menikah dengan pangeran philip pada 20 November 1947.

Pernikahan Putri Diana dan Pangeran Charles Foto: Istimewa

Sementara Ibu Harry, mendiang Putri Diana, begitu mencuri perhatian saat menikah dengan Pangeran Charles 29 Juli 1981. Balutan gaun pengantin-nya mencapai panjang 7,6 meter. Desainer David Emanuel membuat gaun pengantin berwarna putih gading itu dengan sutra taffeta, dan 10 ribu butir mutiara. Gaun putri diana disebut-sebut sebagai salah satu gaun pengantin yang paling dikenang di dunia.

Sedangkan Pangeran William dan Kate Middleton memilih busana pengantin karya sarah burton, untuk rumah mode alexander mcqueen. Meski jauh dari kesan glamor, gaun yang dipilih Kate sempat menjadi tren dan inspirasi, karena dianggap sederhana namun elegan. Di balik busana pernikahan yang digunakan, tentu banyak juga yang menyorot biaya Royal Wedding yang dianggap menghamburkan banyak uang. Bahkan, salah satu pengeluaran terbesar, adalah anggaran untuk busana sang pengantin.

Konon, biaya pernikahan William dan Kate Middleton pada 29 April 2011,  yang disaksikan langsung oleh 1.900 orang dan dilihat oleh lebih dari dua miliar manusia di berbagai belahan dunia, mencapai 1 miliar poundsterling.

Kate Midleton Wedding
Kate Midleton Wedding

Saat itu, diperkirakan anggaran busana pernikahan Kate dirancang label busana Alexander Mc Queen yang harganya diperkirakan mencapai 250.000 poundsterling. Orangtua Kate juga membiayai gaun yang dikenakan untuk jamuan makan malam. Selain membayar biaya baju pengantin, mereka juga menggelontorkan uang untuk busana pengiring dan pendamping pengantin.

Di balik semua itu, ternyata busana Royal Wedding yang digunakan tiap generasi Kerajaan Inggris, punya sejarahnya sendiri. Mulai dari mitos warna gaun putih, hingga Putri Diana dan Kate Middleton yang dianggap sebagai inspirasi fesyen wanita di dunia. Tak heran jika kemudian muncul istilah Kate’s Effect. Nah, gak ada salahnya kalau kita intip busana Royal Wedding Kerajaan Ingrris dari generasi ke generasi.

BAJU PENGANTIN RATU VICTORIA – 1840

Tahukah kamu tren gaun pengantin berwarna putih bermula sejak pernikahan Ratu Victoria dan Pangeran Albert tahun 1840 lalu? Ratu Victoria justru memilih baju pengantin berwarna putih yang sebenarnya tidaklah lazim dikenakan oleh pengantin wanita pada masa itu. Meskipun begitu, gaya ini dengan cepat diadaptasi oleh para elit era Victoria. Bahkan sampai saat ini, hampir seluruh pengantin wanita memilih baju pengantin berwarna putih untuk hari pernikahannya dan mungkin saja termasuk pilihanmu!

Busana Pernikahan Ratu Victoria dan Pangeran Albert, Foto: Istimewa

Pada sekitar abad ke-19 di tanah Eropa, warna merah sering diasosiasikan dengan kebahagiaan. Tak heran, saat itu banyak perempuan yang memilih pakaian berwarna merah di hari bahagia mereka, misalnya saat pernikahan. Saat itu gaun pengantin berwarna putih bukanlah hal yang umum.

Namun, hal tersebut mulai berubah semenjak pernikahan Ratu Victoria dengan Pangeran Albert pada 1840 silam. Ratu Victoria mendobrak kebiasaan dengan mengenakan gaun pengantin berwarna putih dengan kombinasi bahan sutra, satin dengan renda.

Gaun pengantin yang dikenakan Ratu Victoria tersebutlah yang menjadi pionir dalam tren gaun pengantin hingga sekarang, dan warna putih menjadi warna yang ‘wajib’ dikenakan oleh pengantin perempuan.

Ratu Victoria dianggap sebagai pendobrak trend menggunakan baju pengantin berwarna putih. Sebelum pernikahannya dengan sepupunya Albert Saxe-Coburg Gotha, para pengantin pada umumnya menggunakan gaun pengantin yang berwarna cerah.

Ratu Victoria juga disarankan oleh pihak protokol kerajaan untuk mengenakan jubah kerajaannya. Tetapi hal itu tidak dilakukannya. Ratu yang paling dikenal dalam sejarah Inggris setelah Elizabeth I ini memilih mengenakan gaun satin berwarna krem, cadar dan penutup kepala berwarna oranye. Gaun dan penutupnya kepalanya tersebut bahkan dibuat di wilayah pinggiran kota Inggris. Menurut keterangan, sekitar 200 orang bekerja keras selama delapan bulan untuk menyelesaikan gaun tersebut

LADY ELIZABETH BOWES – LYON, 1923

Busana Pernikahan Lady Elizabeth Bowles, Foto: Isitmewa

Lady Elizabeth Bowes memilih gaun pengantin yang sesuai dengan tren di era kebangkitan fashion dunia. Saat hari pernikahannya dengan Pangeran Albert pada tahun 1923, Lady Elizabeth Bowes – Lyon memilih baju pengantin putih dengan detail pearl dan silver yang mewah. Aksesori berupa headpiece dan veil ala tahun 20-an yang dikenakan oleh sang Ratu pun kian menegaskan gaya baju pengantin di  era Flapper.

Lady Elizabeth Bowes-Lyon dianggap seperti seorang warga biasa oleh banyak pihak. Ini disebabkan dirinya baru bersedia dinikahi oleh Pangeran Albert yang kemudian menjadi Raja George VI, pada saat dirinya dilamar untuk ketiga kalinya.

Pasangan ini merupakan pasangan kerajaan pertama yang pernikahannya direkam dalam film. Mereka juga yang pertama kali mengadakan pernikahan di Gereja Westminster Abbey ketimbang Royal Chapel. Menurut mereka pernikahan yang lebih bersifat bersahabat mampu mengangkat moral rakyat Inggris yang sudah jatuh akibat perang.

RATU ELIZABETH, 1947

Gaun pengantin satin lengan panjang menjadi pilihan Ratu Elizabeth saat menikah dengan Pangeran Philips di tahun 1947. Dirancang oleh desainer Normal Hatnell, gaun pengantin mewah bertabur sepuluh ribu mutiara ini sukses menjadi perbincangan banyak orang. Tak cuma itu sepanjang 13 kaki yang Ia kenakan saat memasuki altar pun menjadi trend royal wedding yang diikuti selanjutnya.

Pernikahan Ratu Elizabeth II dan Pangeran Philips, Foto: istimewa

Prosesi pernikahan Ratu Elizabeth II dan Pangeran Philip berlangsung pada 20 November 1947 bertempat di Gereja Westminster Abbey, London-Inggris. Saat itu Ratu Elizabeth II seketika menjadi pusat perhatian dan sumber decak kagum dari banyak orang.

Ratu Elizabeth dan Pangeran Philips Foto: Dailym.com

Ia tampil begitu cantik dan anggun dengan gaun berbahan sutra gading yang didatangkan langsung dari Cina, serta berhiaskan kristal dan 10 ribu mutiara yang dirancang oleh Norman Hartnell. Berbagai detail bunga dibordir dengan apik dalam gaun pernikahan yang mewah tersebut. Alhasil diperlukan ketelitian dalam mengerjakan gaun ini, tak heran 350 pekerja perempuan dikerahkan dalam membuat gaun yang membutuhkan waktu selama tujuh minggu pengerjaan tersebut.

Meskipun diliputi cuaca dingin di bulan November, namun ribuan orang rela menunggu hingga 19 jam hanya untuk melihat sekilas Ratu Elizabeth II, yang saat itu masih belum menjadi ratu. Saat itu ratu sengaja mengumpulkan pasokan pakaiannya demi membayar bahan untuk baju pengantinnya. Bahkan perempuan di seluruh Inggris mengirimkan kupon pasokan pakaiannya demi Elizabeth, padahal saat itu memberikan kupon merupakan hal yang dianggap ilegal.

Perancang gaun pengantin Norman Hartnell terpaksa menepis kabar bahwa gaun tersebut menggunakan sutra dari Jepang dan Italia. Kedua negara itu dianggap sebagai musuh Inggris di masa Perang Dunia II. Prosesi pernikahan ini disiarkan melalui radio. Pasangan ini mendapat 2.500 hadiah pernikahan yang dikirim dari seluruh penjuru dunia.

PRINCESS MARGARET, 1960

Pernikahan Princess Margaret (1960) Foto: Istimewa

Siapa bilang gaun pengantin royal wedding selalu identik dengan busana glamour? Sebab hal itu tidak berlaku para pernikahan Princess Margaret di tahun 1960. Princess Margaret terlihat sederhana dengan balutan baju pengantin lengan panjang berbahan silk organza yang sangat minim detail. Sungguh jauh berbeda dengan gaun pengantin Ratu Elizabeth II yang bermandikan mutiara.Bahkan sang perancang busana, Norman Hartnell, menyebut gaun pengantin ini sebagai ‘the simplest royal wedding gown in history’. Tak heran Harper Bazaar, menjuluki penggemar koleksi Dior ini sebagai ‘royal rebel’.

 PRINCESS DIANA, 1981

Tak hanya prosesi pernikahannya saja yang menjadi sorotan, namun gaun pengantin yang dikenakan Putri Diana pun tak kalah mencuri perhatian. Di hari spesialnya, Putri Diana mengenakan gaun pengantin yang dihiasi veil sepanjang 7,62 meter.

Gaun Pengantin Lady Diana Sumber: royal-fans.com

Dirancang oleh David dan Elizabeth Emanuel, gaun pengantin Putri Diana sukses menjadi gaun pengantin ikonik. Dengan kreasi paduan bahan dari sutera dan taffeta dan taburan payet dari sepuluh ribu mutiara, membuat tiruan gaun pengantin laris manis di pasaran. Tentu saja yang paling terkenal dari gaun pengantin Lady Di adalah veil berhias renda sepanjang 25 kaki yang membuat pertunjukan memasuki pintu altar semakin dramatis dan tak terlupakan.

Princess of Wales tersebut menggunakan gaun berbahan sutra taffeta dengan detail renda berwarna putih gading, dihiasi dengan bordir di bagian tangan dan manik-manik, gaun ini juga dilengkapi dengan 10 ribu mutiara. Tak heran harganya pun mencapai 9 ribu poundsterling.

Di balik mewahnya gaun yang dikenakan Putri Diana tersebut, rupanya terdapat misteri yang melingkupinya. Dilansir Daily Mail, Elizabeth dan David Emanuel sang perancang gaun sempat menghentikan pengerjaan sketsa gaun milik Putri Diana dan merobek-robeknya sebelum dilihat orang lain. Hal ini dilakukan guna menjaga kerahasiaan gaun tersebut, karena jika rancangan desain gaun tersebut tersebar, maka David harus membuat rancangan baru.

Tak berhenti sampai disitu, setelah diminta merobek rancangan desain gaun, Emanuel juga harus menyiapkan rancangan gaun yang akan dipajang di Madame Tusaauds dan menyiapkan desain kedua sebagai antisipasi jika rancangan pertama bocor ke muka publik sebelum hari pernikahan.

KATE MIDDLETON, 2011

Mungkin kamu masih mengingat royal wedding Kate Middleton dan Pangeran William pada 2011 lalu yang diliput media di seluruh dunia. Pada hari itu, Kate Middelton terlihat sederhana dan bersahaja dengan gaun pengantin rancangan Sarah Burton dari Alexander McQueen. Tak jauh berbeda seperti baju pengantin Lady Diana, tiruan gaun pengantin Kate Middleton ini laris terjual di pasaran.

Pernikahan Kate Middleton dan Pangeran William

Gaun tersebut dibuat dengan bantuan dari berbagai orang kreatif di Inggris. Untuk lace di bagian korset, dibuat dengan tangan oleh Royal School of Needlework. Lace tersebut dibuat dengan tehnik khusus bernama Carrickmacross. Setiap detail bunga dibentuk dari lace dan digabungkan dengan tulle sutra berwarna ivory untuk menciptakan desain yang unik.

Lace yang dipakai untuk korset dan rok merupakan lace Inggris dan Prancis. Lace tersebut juga dipakai di bawah lapisan-lapisan gaun. Seluruh elemen yang ada di gaun Kate digabungkan oleh Sarah Burton dengan tangan.

Sedangkan untuk train atau buntut, menurut pihak Royal Wedding, panjangnya mencapai 70 cm. Sedangkan veilnya dibuat dari tulle berwarna ivory berbahan sutra dan bagian bawahnya dihiasi bordiran bunga.

Veil tersebut ditaruh di bawah tiara yang dipakai Kate. Tiara tersebut bernama ‘halo’ dan dibuat oleh Cartier pada 1963. Saat itu, tiara tersebut dibeli oleh The Duke of York untuk dihadiahkan pada istrinya. Tiara itu lalu diberikan ibunda Ratu Elizabeth untuk sang Ratu di hari ulang tahun ke-18.

Baju Pengantin Kate Middleton Foto: Popsugar.com

Dalam pernikahannya, Kate tampak memakai sepasang anting berlian. Dilansir Royal Wedding, anting tersebut didisain oleh Robinson Pelham. Anting berlian itu berbentuk daun pohon ek. Anting itu dibuat agar tepat dipadupadankan dengan tiara yang dipakai istri Pangeran William tersebut. Anting itu sebenarnya adalah hadiah dari kedua orangtua Kate untuk pernikahan sang putri.

Robinson Pelham tidak hanya mendesain perhiasan untuk Kate. Ibunda dan adik perempuan Kate, Carole dan Philippa Middleton juga memakai anting yang sama dengan sang pengantin. Untuk sepatu, Kate memakai sepatu yang dibuat dengan tangan oleh tim Alexander McQueen. Sepatu berwarna ivory itu terbuat dari bahan satin dengan detail lace yang dibordir oleh Royal School of Needlework. Dan dengan penampilannya yang sempurna tersebut, pernikahan Kate berhasil menciptakan Kate’s Effect, gaya busana Kate jadi inspirasi banyak wanita di dunia yang ingin tampil cantik dan anggun, namun tetap modern.

MEGHAN MARKLE, 2018

Pernikahan Megan dan Pangeran Harry, Foto: Popsugar.com

Misteri itu akhirnya terungkap sudah. Meghan Markle ternyata memakai gaun besutan perancang Inggris Clare Waight Keller saat ia bersanding dengan Pangeran Harry di St George’s Chapel, Kastil Windsor, Windsor, Inggris.

lare Waight Keller merupakan direktur artistik paling gres rumah mode Prancis Givenchy. Clare secara eksklusif mendesain baju pengantin lengan panjang berwarna putih dengan bateau neckline yang memamerkan bahu sang pengantin wanita.

Hadir polos, gaun bersiluet sederhana tersebut menguatkan gaya elegan Meghan. Train atau ekor yang panjang semakin melengkapi gaya sang pengantin. Bagai putri raja, Meghan juga menyempurnakan kecantikannya dengan tiara. Untuk makeup, Meghan memutuskan riasan minimalis, sehingga memancarkan kecantikannya yang natural.

Nah, seperti yang bisa diduga, gaun pengantin Megan Markle ini langsung berpengaruh pada trend mode dunia. Seketika sejak gaun cantik itu dikenakan, bermunculanlah gaun-gaun yang mirip di berbagai rumah mode. Sebuah brand bridal baru saja merilis replika gaun minimalis nan modern ala Meghan Markle, dan dengan harga terjangkau. Setelah Kate-effect, hadir Meghan-effect. Begitulah kekuatan Royal Wedding.

Gaun Pengantin Megan Markle
Gaun Pengantin Megan Markle Foto: Reuters

Lima hari setelah Royal Wedding, brand bernama Floravere merancang gaun yang terinspirasi gaun Givenchy Meghan. Harga gaun itu hanya US$ 1.475 atau Rp 6 jutaan. Berbeda jauh dengan gaun Givenchy yang diperkirakan mencapai harga Rp 3,8 miliar. Siapa yang berminat?

Nah, dari sederet busana pernikahan anggota Kerajaan Inggris, mana busana pernikahan yang jadi favorit kamu. Gaun mewah ala Putri Diana yang ikonik, atau gaun sederhana ala Princess Margareth ?

Becika

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *