PIERRE CARDIN SUKSES BERAWAL DARI RABAAN

Desainer Pierre Cardin
Top Selebriti Hollywood Menggunakan Pierre Cardin
Top Selebriti Hollywood Menggunakan Pierre Cardin

Dari sekian banyak merek fesyen terkenal, merek Pierre Cardin selalu menjadi salah satunya. Merek asal Perancis ini menjadi salah satu merek fesyen yang diburu dan diminati oleh para pencinta fesyen, termasuk para pesohor dunia. Merek fesyen ini berhasil menarik perhatian dunia mode berkat sentuhan tangan seorang pria yang namanya sama seperti merek fesyennya, yaitu Pierre Cardin.

Pierre Cardin
Pierre Cardin

Meskipun orangtuanya berdarah Perancis, pemilik nama asli Pietro Cardin ini lahir pada 2 Juli 1922 di San Biagio, Callalta, dekat Venesia, Italia. Sang Ayah adalah seorang pedagang anggur yang kaya dan menjadi tuan tanah di Italia. Tetapi karena terjadi gerakan fasisme, Pierre Cardin bersama dengan orangtuanya meninggalkan Italia dan kembali menetap di Perancis pada 1924.

Menjalani kehidupan baru di Perancis, membuat orangtua Cardin mencoba profesi sebagai penjahit. Karena selalu membantu orangtuanya bekerja, Pierre Cardin jadi mengetahui segala hal tentang dunia jahit. Di sisi lain, dia juga tertarik dengan bidang seni tari yang saat itu menjadi profesi yang sangat menjanjikan.

Keinginan Cardin untuk terjun ke dalam dunia tari dan jahit selalu ditentang oleh Sang Ayah yang menginginkan anaknya menjadi seorang arsitektur. Berbagai cara dilakukan oleh Cardin agar Sang Ayah mengizinkannya belajar tari dan desain. Akhirnya, Cardin mendapatkan izin dengan syarat harus mencari uang sendiri untuk biaya hidup dan biaya sekolah.

Pierre Cardin Young
Pierre Cardin Young

Setelah 3 bulan terjun ke dalam dunia tari dan jahit, Cardin merasa putus asa karena semuanya jauh dari yang dia harapkan. Hingga suatu hari, Cardin bertemu dengan seorang wanita di sebuah bar yang meraba-raba pakaiannya dan menanyakan di mana Cardin menbelinya. Saat mengetahui bahwa pakaian itu dibuat sendiri oleh Cardin, wanita anggun tersebut yakin bahwa Cardin memiliki bakat menjahit yang luar biasa dan menyadarkannya jika menjahit adalah cara yang tepat untuk bertahahidup.

 BERBURU PEKERJAAN

Saat berusia 14 tahun, Cardin terus mengasah kemampuannya di bidang desain dengan mempelajari segala hal tentang desain dan menjadi desainer lepas di sebuah butik. Keinginannya untuk terus berkembang membuat Cardin bekerja sebagai penjahit pakaian wanita di Vichy, sebuah kota di Perancis bagian tengah, pada 1939. Pada 1945, Cardin pindah ke Paris dan mulai bekerja di sebuah rumah mode Paquin milik Jeanne Paquin.

Pierre Cardin dan Karya-karyanya
Pierre Cardin dan Karya-karyanya

Sejak Paquin meninggal dunia, Cardin bekerja di rumah mode Schiaperelli dan bertemu dengan Jean Cocteau, seorang sutradara film asal Perancis. Melihat rancangan-rancangan busana Cardin, Cocteau sangat tertarik dan menawarkannya mendesain gaun untuk film Beauty and the Beast (La Belle et la Bête) yang ditayangan pada 1946. Saat menerima tawaran tersebut, Cardin baru saja bekerja di rumah mode milik Christian Dior.

RUMAH MODEL SENDIRI

Setelah merasa cukup mempelajari segala hal tentang desain pada desainer-desainer ternama, Cardin mulai membuka ruma mode-nya sendiri dengan meluncurkan beberapa kostum pada sebuah pesta yang diadakan oleh Carlos de Beistegui, pemilik Palazzo, di Palazzo Labia, Venesia, pada 1953 dan menjadi anggota asosiasi desainer Perancis bernama Chambre Syndicale. Pada 1954, Cardin membuka butik pertamanya yang khusus menjual pakaian wanita bernama Eve dan gaun gelembung rancangannya sukses di pasaran.

Pierre Cardin in Japan
Pierre Cardin in Japan

 

Tidak ingin cepat merasa puas, Cardin mempelajari mode dan mencari peluang-peluang bisnis ke Negeri Sakura pada 1957. Bahkan, dia menjadi seorang profesor yang mengajarkan tentang mode di Sekolah Mode Bunka Fukusoi Japan. Setelah merasa cukup mendapatkan ide-ide baru, Cardin kembali ke Paris dan membuka butik pertama yang khusus menjual pakaian pria bernama Adam.

TAHUN KEEMASAN

Tahun 1960-an dapat dikatakan sebagai tahun keemasan Pierre Cardin karena pada tahun ini, Cardin berhasil dan sukses menciptakan busana dengan tema “The Space Age Look”. Selain itu, Cardin juga meluncurkan pakaian anak-anak, mengembangkan produk kainnya sendiri dengan merek Cardine, merancang busana dengan gaya unapologetically futuristic yang berhasil menarik perhatian seorang aktor bernama Lauren Bacall, dan yang paling fenomenal adalah Cardin mendesain seragam Pakistan International Airlines.

Pierre Cardin
Pierre Cardin & Models

Setelah dikeluarkan dari Chambre Syndicale karena membuat dan meluncurkan pakaiannya pada Printemps, sebuah departemen store di Paris, dan akhirnya secara resmi mengundurkan diri dari asosiasi tersebut, Cardin semakin melebarkan sayapnya di dunia fesyen. Dia mendesain ulang pakaian tradisional rakyat Filipina bernama Barong Tagalog dan disukai oleh Presiden Ferdinand Marcos saat itu. Selain merancang fesyen, Cardin juga mencoba untuk membuka toko furnitur yang terinspirasi dari rancangan-rancangan fesyennya di Rue du Faubourg, Saint Honore, Perancis.

Memiliki kekayaan yang melimpah membuat Cardin melebarkan usahanya ke berbagai bidang. Dalam bidang fesyen, Cardin mendesain pakaian pria, pakaian wanita, pakaian anak-anak, pakaian dalam, tas, parfum, dompet, dan aksesoris lainnya. Di bidang lainnya, Cardin membuka toko furnitur, peralatan masak, air dalam kemasan, dan memproduksi mobil AMC Javelin. Selain itu, Cardin juga memiliki aset berupa hotel yang bernama Maxim Hotel dan restoran yang bernama Maxim Restaurant.

Pierre Cardin fashion show
Pierre Cardin fashion show

BERAGAM PENGHARGAAN

Sosok Pierre Cardin
Sosok Pierre Cardin

Selama berkarier di dunia fesyen, kemampuan Pierre Cardin tidak perlu diragukan lagi, terbukti dari banyaknya penghargaan yang dia raih, seperti Superstar Award dari Fashion Group International (FGI) pada 2010 serta Cartier Golden Thimble dari Haute Couture Perancis pada 1953 dan 1993.

Pada 2010, seorang sahabat yang bernama Jean-Pascal Hesse menuangkan perjalanan karier seorang Pierre Cardin dalam sebuah buku berjudul Pierre Cardin, 60 Years of Innovation. Buku yang berisi tentang inovasi-inovasi dan karya-karya Cardin ini ditulis untuk mengenang perjalanan karier Pierre Cardin selama 6 dekade.

BECIKA

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *