LILY AIRWAYS, BANGKAI PESAWAT JADI RESTORAN MEWAH!

Anda penderita aerophobia atau takut ketinggian, kini tak usah khawatir, jika masih ingin bersantap di atas pesawat. Tak hanya sekedar makan dan minum, anda juga bisa berkesempatan menjadi seorang pilot, sebagai penerbang.

Seorang pengusaha kuliner di China bernama Li Lang, memiliki ide brilian dan sedikit nyeleneh, untuk mengembangkan usaha makanan dan minumannya. Dibilang nyeleneh, Li membuat restoran dan kafe miliknya, dari sebuah bangkai pesawat. Selain itu, belum lagi restorannya jalan, Li sudah harus mengeluarkan kocek hingga 35 juta Yuan atau senilai Rp. 70 miliar, untuk membeli, mendatangkan dan menyulap pesawat hingga layak jadi restoran berkelas!. Menariknya, pesawat bekas tersebut ternyata dibeli dari Indonesia tahun 2015, dari sebuah maskapai penerbangan nasional. Butuh waktu 6bulan bagi Li Yang, untuk bisa membawa pesawat bekas tersebut dari Indonesia ke sebuah pusat kota, di China.

Bangkai pesawat Air Boeing 737 itu, kini telah disulap jadi restoran dan kafe mewah, bisa ditemukan kawasan  perbelanjaan, di Jalan Optics Valley, kota Wuhan, provinsi Hubei. Wuhan saat ini merupakan salah satu kota terpadat dan menjadi kawasan tersibuk di China. Lily Airways kini termasuk salah satu restoran mahal didunia, untuk biaya dan konsep pembuatannya.

 

Cabinpesawat di Restoran, Sumber: cabinstuff.co.nz

Dekorasi restoran Lily Airways, terdiri dari dua ruangan, dimana ruang makan dan kafe,  terletak di bagian kabin pesawat. Sementara area kokpit atau ruang khusus bagi pilot untuk menerbangkan pesawat, diubah menjadi tempat simulator penerbangan.

Bila berkunjung ke Lily Airways, anda akan diberikan sebuah boarding pass sebelum memasuki restoran. Selanjutnya memasuki pesawat melalui sebuah koridor jembatan penghubung. Menu yang dipesan, akan diantar para pelayan melalui koridor jembatan tersebut.   Didalam restoran unik ini, anda juga akan dilayani oleh sejumlah pramusaji dari dari sejumlah negara. Para pelayan pria dan wanita akan berpakaian rapi, layaknya pramugari atau pramugara. Mereka dipilih setelah melalui sejumlah persyaratan, seperti memiliki latar belakang pendidikan yang berhubungan dengan layanan pesawat atau manajemen hotel. Pelayan pria mesti memiliki tinggi minimal 175 cm dan pelayan wanita 165 cm. Sementara untuk harga menu makanan dan minuman yang bergaya barat tersebut, berkisar 200 sampai 300 Yuan, atau senilai Rp 450.000 – Rp 674.000!.

Malam hari di sekitar restorang, Sumber: inhabitat.com

Restoran Lily Airways juga termasuk restoran yang memiliki menu mahal di China. Menurut Li Lang selaku owner Lily Airways, harga tersebut cukup sebanding dengan kwalitas pelayanan dan tenaga kerja asing yang ada direstorannya. Menu makanan dan minuman di Lily Airways, diantara aneka  kuliner dari Rusia, Prancis, Amerika dan Asia. Menu tersebut masih terus dikombinasikan, sesuai pemintaan pasar. Restoran Lily Airways mampu menampung sekitar 70 pengunjung, bila makan secara bersamaan. Dinner atau makan malam, akan terasa lebih romantis, bila anda berkunjung ke sini.

Selain makan dan minum, restoran Lily Airways juga menyediakan kesempatan simulasi penerbangan di ruang kokpit atau ruang khusus pilot. Jendela di bagian kokpit pesawat diubah menjadi layar flight simulator. Jadi, selain menikmati makanan ala Eropa dan Amerika, para pengunjung juga bisa merasakan sensasi menerbangkan pesawat Boeing 737. Tetapi, bagian dari simulasi tersebut tidak gratis alias dikenai pungutan biaya. Biaya  untuk mencoba simulator di kokpit area, senilai 300-400 yuan atau sekitar 591-788 ribu rupiah. Sedangkan diluar pesawat, tersedia juga pesawat kecil bertema taman hiburan, bagi anak anak.

Lilyairways Restaurant, Sumber: Airlinestaffrates.com

Ide dan usaha keras Li Lang memang tak sia sia. Keberanian dan kejeliannya menangkap peluang bisnis, kini sudah berbuah manis. Restoran unik berbiaya maha,  yang ia rancang sejak tahun 2015 lalu itu, kini mampu menghasilkan pemasukan pundi-pundi bagi kocek pribadinya!. Tak hanya itu, kesuksesan bisnis kuliner Li Lang, juga mampu membuka lapangan kerja dan  pemasukan bagi negaranya.

Becika

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *