KINRAN: BROKAT EMAS DARI JEPANG

Teknik kinran berkembang menjadi gaya menenun yang dipelihara sepanjang sejarah panjang Kyoto. Berkembang pada pertengahan abad kelima belas, dikenal sebagai Nishijin Brocade, tenun Jepang tradisional yang mewarnai kain jadi semarak dengan kemegahan. Kinran menghasilkan tradisi terbaik dalam sejarah tekstil.

KYOTO : KOTA TENUN EMAS KINRAN

Tradisi menenun ternyata ada juga di Jepang, dikenal dengan kain Kinran. Kain khas negeri sakura ini diproduksi di Kyoto, sebuah wilayah di Jepang. Kinran merupakan kain tenun khas Jepang yang menggunakan benang emas dan dilapisi dengan emas. dibuat dengan menjalin berbagai foil dekoratif emas dan benang perak untuk menciptakan pola cantik. Salah satu brand ternama kain kinran yaitu Kaji Kinran yang berlokasi di Nishijin, salah satu area di Kyoto.

Awalnya, kain kinran ini banyak dipakai di kuil-kuil oleh para biksu Budha sebagai kain tradisional. Berbagai corak dan warnanya begitu teduh dan alami. Kaji Kinran menambah sentuhan baru pada kain kinran menjadi lebih mewah dan indah. Kain ini menampilkan kemewahan bagi pemakainya yang mencintai gaya hidup.

Nishijin kala itu menenun kain kinran di era pertengahan abad ke 3 hingga abad ke 7 dengan kualitas tekstil yang baik. Kemudian kain ini dikembangkan oleh para desainer untuk diperkenalkan ke benua Asia. Ada pula kain kinran yang tidak menggunakan benang emas yaitu Mukinmono. Berbagai corak dan warna juga diwarisi oleh para leluhur.

PROSES PANJANG TENUN KINRAN

Untuk membuat sebuah kain kinran proses produksinya cukup panjang. Pertama-tama pengrajin harus menentukan desain terlebih dahulu baru dilanjutkan tahap memperbesar pola desain. Setelah desain selesai dibuat, tahap selanjutnya para pengrajin akan memilih warna benang sutera yang disesuaikan dengan desain kain kinran.

Benang sutera yang dipakai biasanya diberi warna dengan menggunakan pewarna kimiawi. Prosesnya benang dicelupkan ke dalam sebuah drum yang berisi pewarna kemudian dikeringkan dengan sebuah alat yang disebut Itowaku. Sampai di sini semua proses yang dilakukan masih terbilang tradisional.

Dalam menghasilkan satu lembar kain kinran dengan ukuran satu meter, proses produksinya bisa memakan waktu kurang lebih 24 jam. Setelah proses penenunan selesai dilakukan, para pengrajin selanjutnya akan melakukan semacam inspeksi untuk melihat apakah ada cacat, atau kerusakan pada saat perajutan.

Jika bentuk tenunan dan motif yang terdapat pada kain kinran sudah benar atau sesuai dengan desain yang direncanakan, berarti kain kinran tersebut lolos untuk dijual ke pasaran.

Desain yang dituangkan pada kain kinran biasanya lebih banyak mengadaptasi bentuk kuil yang ada di Jepang, mungkin karena kain kinran ini awalnya memang lebih umum dikenakan oleh para biksu Budha sebagai kain tradisional saat ke kuil.

Selain itu, pola desain sesuai karakteristik khas Jepang, Berdasarkan koeksistensi mereka dengan musim. Dibuat dari pemandangan indah negri yang penuh pepohonan seperti bunga ceri musiman bersama dengan pinus dan bambu, hewan seperti kelinci, dan variasi aliran air, gerak awan maupun salju.

Nah, kain ini biasa dipakai oleh kalangan menengah di Jepang untuk berbagai momen. Harganya cukup mahal, satu kemeja resmi pria dibandrol Rp 23 juta. Mahalnya harga kain karena bahannya terbuat dari emas serta proses pembuatannya cukup lama dan sulit.

Selain diaplikasikan sebagai pakaian, kain kinran pun diterapkan pada berbagai barang kebutuhan sehari-hari khas jepang. Misalnya saja, taplak meja, sarung samurai, hiasan dinding, sepatu, dasi, dan banyak lagi. Nah, setelah tahu seluk beluk brokat emas jepang, apakah kamu tertarik memahami filosofi luhur jepang lewat kain kinran?

Bicara jepang, label busana Louis Vuitton ternyata akan memamerkan koleksi cruise terbarunya di Museum Miho yang terletak di Kyoto, Jepang. Peragaan busana ini akan digelar pada 14 Mei 2018. Gelaran ini selalu megah, karena digelar di lokasi unik bersejarah, model kelas dunia dan koleksi mewah louis vutton. Sebagai gambaran, kamu bisa liat sekilas tentang kemegahan museum minho di video ini.

Source : Courtessy Louis Vutton

Miho Museum, salah satu museum megah nan unik yang terletak dilokasi tersembunyi dalam hutan. Didirikan oleh salah satu wanita terkaya di Jepang, Koyama Mihoko, Museum ini dilengkapi dengan jembatan besi dengan rumah kaca serta pohon-pohon dan pegunungan Shiga, sehingga saat digunakan untuk fashion show, diyakini para model akan tampak mencolok saat berjalan memeragakan busana.

BECIKA

Rp189.000
-49%
Rp1.017.798 Rp519.081
-49%
Rp996.423 Rp508.105
-30%
Rp584.942 Rp409.459
-40%
Rp461.021 Rp276.728
-40%
Rp605.595 Rp363.386
Rp276.728
-49%
Rp996.423 Rp508.105

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *