JEITA GROTTO WISATA GUA DI LEBANON PALING INDAH DI DUNIA

Sebagai sebuah negara di Timur Tengah, Lebanon tak selalu identik dengan pasir dan dataran berbatu. Di negara kelahiran penyair Khalil Gibran tersebut terdapat sejumlah gua, diantara pegunungan hijau. Disanalah satu guanya yang fenomenal, tersimpan sejuta keindahan alami nan fantastis!

 

Beirut City Sumber: Solidere.com

Mungkin tak pernah terfikir dalam benak anda, bila sebuah gua bisa menjadi destinasi ikonik, yang ramai dikunjungi wisatawan. Ya, sebuah gua memang kerap diidentikkan kegelapan, angker, mistik dan tempat tinggal hewan liar, seperti kelelawar serta ular berbisa. Anggapan tersebut tak sepenuhnya benar dan seketika bisa sirna, bila anda sudah berkunjung ke Gua Paling Indah di Dunia  Jeita Grotto , sebuah gua di kota Beirut, ibukota negara Lebanon.

Jeita Grutto dari Luar Gua

Negara Lebanon memiliki banyak pegunungan, dengan sejumlah gua yang tersebar di beberapa wilayah. Namun diantara banyak gua tersebut, satu yang paling terkenal dan masuk dalam bangunan keajaiban dunia adalah Jeita Grotto. Gua ini terletak di Lembah Nahr El-Kalb, sekitar 18 km Utara Beirut. Wisata Gua Jeita Grotto merupakan salah satu mutiara pariwisata kebanggan bagi bangsa dan negara Lebanon.  Pemandangan hijau dan jalan menuju gua Jeita, yang dipenuhi pepohonan mampu mengundang siapa saja untuk datang. Itu baru di bagian luar saja, bagaimana dengan penampakan gua dari dalam?

Gua Jeita terdiri dua bagian, yakni Upper Grotto atau bagian atas dan Lower Grotto bagian bawah. Gua bagian atas diresmikan tahun 1969, dengan temperatur 20°. Untuk naik ke bagian atas gua, digunakan cable car. Selanjutnya, pengunjung bisa menelusuri gua dengan cara berjalan kaki, di sepanjang tebing  gua. Biasanya, para pengunjung hanya menempuh tur wisata, sampai jarak 700 m, dari total panjang gua 2200 m.

Di sepanjang perjalanan, mata anda akan disuguhkan dengan keindahan aneka bentuk dan warna  batu kapur yang unik dan spektakuler. Di dalam gua, pengunjung bisa menemukan salah satu stalaktit terbesar di dunia berukuran 8,20 m.

Menyusuri sungai di dalam gua Jeita Grotto

Sementara di gua bagian bawah terdapat aliran sungai yang teramat jernih. Sungai yang juga merupakan sumber air minum utama daerah Beirut itu, bisa disusuri memakai perahu kecil, dengan  jarak sekitar 400 m, dari total panjang gua 7800 m. Gua bawah dengan temperatur 16 °, mulai dibuka untuk umum tahun 1958. Namun pengunjung tetap  berhati hati, bila berperahu di gua bagian bawah. Biasanya, bila usai musim dingin atau hujan, volume air sungai di dalam gua akan naik, sehingga jarak air dengan langit gua jadi dekat. Kondisi tersebut menuntut setiap wisatawan berhati hati, saat melewati langit gua nyang rendah!

Melalui tur dengan perahu ini, anda bisa menikmati aneka bentuk batu kapur stalaktit dan stalagmit, di kiri kanan dan bagian atas gua. Penampakan batu gua lainnya, bisa seperti lilin, pilar, pipa karang, organ raksasa, tirai batu, bunga tulip, jamur raksasa, labu dan benda lainnya. Sayangnya, wisatawan tak bisa mengabadikan karunia alam yang luar biasa tersebut, meski hanya sekedar untuk berselfie. Ya, pihak pengelola wisata gua Jeita Grotto memang melarang setiap pengunjung membawa kamera dan HP ke dalam gua. Dikhawatirkan, blitz atau cahaya kamera bisa mempengaruhi kekuatan struktur batu gua.

Indahnya Bebatuan Stalaktit

Bagi anda yang berniat berwisata di Gua Jeita Grotto, tak perlu khawatir akan kondisi gua yang identik dengan kegelapan. Atmosfir dan penerangan di dalam gua, secara alami sudah mencukupi penerangan di dalamnya. Cahaya luar banyak masuk ke dalam gua, melaui celah-celah batu yang terbuka. Tak hanya itu, cahaya yang jatuh ke dalam batu gua ataupun kealiran sungai, akan memantulkan beraneka warna cahaya.  Perpaduan aneka warna dari cahaya pantulan dan objek-objek siluet, semakin mempercantik keindahan di dalam. Jadi, jangan pernah berfikir dan tak perlu repot repot membawa alat penerangan.

Berjalan di sekitar gua, disinari lampung sepanjang jalan

Tur wisata di dalam gua Jeita Grotto bisa memakan waktu sekitar 1,5 sampai 2 jam. Gua dibuka dari Selasa – Minggu, pukul pukul 09.00 – 5.00 p.m. Harga tiket masuknya senilai US$ 6,80 (Rp 83.048) untuk usia 4-14 tahun dan US$ 12 (Rp 146.556) untuk usia 15 tahun ke atas. Harga tersebut masih bisa berubah setiap waktu. Di sekitar luar gua, pengujung juga bisa mengunjungi kebun binatang mini dan sejumlah toko suvenir yang menjual aneka kerajinan tradisional Lebanon. Bila lapar, anda bisa mencicipi makanan eropa dan kuliner khas Timur Tengah, di sejumlah restoran sekitar.

Keindahan gua Jeita Grotto, yang ditingkahi suara tetesan air di bebatuan dan air sungai, tak dipungkiri mampu menyihir siapapun yang datang. Bahkan, diantara wisatawan ada yang selalu menyempatkan diri masuk gua, setiap kali berkunjung ke Beirut.

Sebagai ibukota Lebanon, Beirut juga dikenal dengan julukan kota Paris-nya kawasan Timur Tengah.  Tak hanya gua Jeita Grotto, anda juga bisa mengunjungi sejumlah destinasi menarik lainnya di Lebanon. Sebut saja, museum pujangga Kahlil Gibran, atau Baalbeck, kota tua berusia 2000 tahun, yang dinobatkan UNESCO sebagai kota warisan dunia.

Kota tua di Beirut, Baalbek

Berwisata ke gua Jeita Grotto, yang terpilih  sebagai salah satu dari 14 New7Wonders Worldwide Landmarks, akan menjadi sebuah pengalaman yang tak terlupakan. Kenangan akan keindahan lukisan alam yang terkurung di perut bumi, yang hanya bisa dilihat, dinikmati, diceritakan, tapi tidak untuk divisualkan!

BECIKA

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *