BERHIJAB, TETAP GESIT DAN JUARA!

Pelari Berhijab Mampu Bersaing dan Menang

Berhijab dan tetap lincah bergerak saat berkompetisi, mengapa tidak?. Keraguan akan hal itu, mampu dipatahkan sejumlah atlet nasional dan internasional. Bagi mereka, hijab bukan halangan untuk membuat lawan tak berkutik

Pro kontra atlet berhijab, masih menjadi pembicaraan di jagad dunia olah raga hingga kini. Atlet hijaber dan berkostum muslim belum sepenuhnya diterima, dengan berbagai alasan dan pertimbangan. Kehadiran atlet berhijab di arena pertandingan, kadang dinilai juga sebagai sesuatu yang kurang pas dengan aturan kepatutan, di satu cabang olah raga.

Perjuangan Zahra Atlet Berhijab
Zahra Lari Atlet Berhijab

Bayangkan saja, seorang atlet ice skating yang semestinya berkostum terbuka dengan menampilkan keindahan dan kelenturan tubuh, tiba tiba tampil dengan fashion serba tertutup. Mungkin saja semua mata akan merasa aneh atau sebaliknya mempunyai penilaian berbeda.

Namun keraguan tersebut mampu dijawab dengan prestasi gemilang, dari si ikon ice skating nan rupawan Zahra Lari (Abu Dhabi, UAE). “Menurut saya, tidak ada hubungannya ya. Jilbab adalah pakaian, performa adalah skill. Sebuah pakaian yang bagus, tapi tidak nyaman dipakai, akan percuma saja,” kata Raisa Aribatul Hamidah (28), pada Becika.com. Raisa adalah sosok mantan atlet basket nasional, yang banyak menuai dukungan, saat membuat petisi pada Federasi Basket Internasional (FIBA), agar menghapus larangan hijab selama kempetisi.

Saat ini, sudah banyak cabang olah raga yang tak melarang seorang atlet berhijab. Tetapi, masih adapula yang masih kukuh menerapkan aturan tersebut!. Di cabang tinju misalnya, larangan berhijab masih berlaku.

Petinju wanita yang berpakain muslim (serba tertutup), seperti pelapis berlengan panjang dan legging melapisi kostum tanding, dinilai bisa menutupi cedera. Pihak otoritas tinju dari USA Boxing pernah menegaskan, dengan pakaian serba tertutup itu, akan menyulitkan wasit melihat cedera bagi petinju. Jadi, alasannya bukan persoalan agama, tetapi lebih pada faktor keamanan. Akibat aturan itu, seorang petinju muslim muda asal Oakdale, Amaiya Zafar, terpaksa harus gigit jari, didiskualifikasi!.

Petinju Wanita Amaiya Zahar Latihan
Amaiya Zahar Latihan

Alasan itu juga diperkuat oleh Asosiasi Tinju Internasional (AIBA), jika penggunaan hijab dan pakaian tertutup bisa menimbulkan potensi bahaya. Di cabang basket, tim nasional basket putri Qatar, juga didiskualifikasi di ajang Asian Games 2014. Mereka didiskualifikasi, karena bersikukuh tampil dengan memakai hijab saat bertanding dengan Mongolia!.

Pebasket Hijab Dilarang Bertanding
Pebasket Hijab Bertanding

Federasi Basket Internasional (FIBA) mengatur, pemain tidak boleh mengenakan penutup kepala selama pertandingan, dengan alasan menghindari potensi mencederai lawan. Di lain cabang, pihak International Weightlifting Federation (IWF) dan the International Federation of Association Football (FIFA), sudah menghapus larangan pemakaian tutup kepala, termasuk penggunaan jilbab.

HIJAB BUKAN PENGHALANG

Bagaimanapun juga, semua aturan olah raga dan termasuk ketentuan berpakaian, memang sengaja dibuat untuk menjaga keselamatan para atlet. Semua aturan itu, memang tak terkait dengan sentimen agama tertentu. Tetapi, lebih ditujukan demi keselamatan sang atlet atau pihak yang manjadi lawannya. Beruntung, aturan larangan berhijab bagi atlet muslim sudah mulai longgar. “Menurut saya, suatu peraturan harus dikaji kembali. Apalagi semua orang dengan semua latar belakangnya, berhak untuk berpartisipasi dalam olahraga,” tegas Raisa, yang kini mengabdi sebagai dosen ekonomi, di Univ. Islam Batik Surakarta.

Sejumlah cabang olah raga yang sebelumnya sempat melarang  atlet berhijab, kini sudah tak mempermasalahkannya. Sebut saja cabang olah basket, karate, taekwondo, bola voli, voli pantai, sepak bola (larangan dicabut 2014), renang dan bahkan hingga panjat tebing. Meski tampil beda serba tertutup, sejumlah atlet Indonesia dan dunia lainnya, berhasil menorehkan prestasi di kancah dunia.

Atlet Hijab Kubra Dagli Latihan
Atlet Hijab Kubra Dagli

Keluwesan mereka hingga meraih juara, ternyata tak bisa dibatasi oleh busana muslim plus hijab. Deretan atlet berhijab yang berhasil mengukir pretasi, di cabang taekwondo misalnya, ada nama Kubra Dagli (Turki) dan di Indonesia ada si cantik Lia Karina Mansur, atau Aries Susanti Rahayu, atlet hijaber panjat tebing Indonesia yang kini mendunia!. Dari AS, juga ada atlet parkour Sara Mudallal dan Ibtihaj Muhammad cabang anggar. Masih banyak atlet hijaber berprestasi tak kalah cantik dan berprestasi lainnya.

BECIKA

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *